Kekurangan Mauro Icardi Menurut Pandangan Edgardo Bauza

Edgardo Bauza selaku arsitek pada timnas[tim nasional] Argentina, mengungkapkan terkait alasan tak memainkan Mauro Icardi yang merupakan sosok penyerang pda skuat Inter Milan, di dalam timnya.

Argentina akan menjalani 2 pertandingan penyisihan Piala Dunia area Amerika Selatan, yakni kontra Cile, pada hari Kamis, tanggal 23 Maret 2017 dan juga laga kontra  Bolivia, pada hari Selasa, tanggal 28 Maret.

Dalam 2 laga tersebut, Bauza akan memanggil Lucas Pratto dan Gonzalo Higuain selaku pilihan penyerang inti. Dirinya meninggalkan Icardi.

Sementara itu, pemilik nama paling bawah bermain intens atas raihan dua puuh gol dan 9 upaya dalam memasukan bola dari dua puluh enam laga Serie A – tingkat pedana Liga Italia.

Terkait daya produksi, Bauza tak menampik kemampuan penyerang yang kiini tengah menginjak usia 24 tahun tersebut.

“Mauro Icardi merupakan eksekutor serangan yang bagus. Dirinya amat mengancam pada sepertiga terakhir kotak dan mempunyai keyakinan diri yang besar,” ucap Bauza.

Cuma saja, Bauza menatap ada titik yang lemah dari sosok Mauro Icardi. Icardi yang merupakan kapten dari skuat Inter Milan tersbeut dinilai kurang memiliki peran serta dalam mendominasi bola.

Terlihat dari rekaman salah satu media, rata-rata Icardi telah 1,7 kali tak berhasil dalam mendominasi bola disetiap pertandingan. Ada pula Higuain, yang memiliki catatan sedikit lebih bagus, yakni 1,6 kali tak kedapatan bola disetiap pertandingan.

“Dirinya bukanlah pesepak bola yang dapat menahan si kulit bundar dan ikut serta dalam permainan bersama-sama. Pada faktor ini, Pratto adalah pilihan yang paling baik,” ucap Bauza.

Dengan demikian, Icardi juga mesti kembali dengan sabar menanti performa ke-2nya dengan mengenakan kostum tim nasional. Karier pertamanya sudah berlangsung amat lama, yaitu ketika bulan Oktober tahun 2013 silam.