Swansea City Akhirnya Berhentikan Paul Clement

Paul Clement resmi diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih Swansea City, pada Rabu (20/12), setelah klub tersebut hanya mendapatkan tiga keberhasilan dari 18 laga liga musim ini.

Swansea City sudah merilis pemecatan pelatih mereka tersebut pada hari Rabu (20/12), menyusul hasil yang tak sesuai dengan klub tersebut selama musim ini. Swansea kini ada di peringkat terbawah klasemen Premier League.

Pelatih berumur 45 tahun tersebut sejatinya baru 11 bulan menjadi pelath Swansea. Dia menjadi pelatih klub di bulan Januari 2017 lalu ketika Swansea terpuruk di zona degradasi. Dia sukses membawa tim ke posisi ke-15 klasemen di penghujung musim 2016-17 lalu.

Tapi, performa klub dari Wales tersebut begitu buruk selama musim ini. Mereka hanya menang di tiga laga dari 18 laga liga selama musim ini, dan ada di penghujung klasemen dengan mengumpulkan nilai 12.

Dengan hengkangnya Clement, Swansea juga secara tegas akan mengikutkan asisten pelatih Nigel Gibbs dan Karl Halabi tak bekerja lagi di klub tersebut.

“Mendapatkan pelatih, khususnya pada musim ini menjadi hal terakhir yang akan kami lakukan. Kami mempunyai tiga pelatih yang beda selama musim lalu dan kami memberikan Paul waktu yang banyak untuk timnya,” ucap ketua klub Swansea, Huw Jenkins.

Akan tetapi, berdasarkan hasil yang mereka dapatkan, pihak klub akhirnya tak dapat mempertahankan pelatih ini lagi dan butuh adanya perubahan dalam memberikan kesempatan yang baik bagi klub mereka dalam membawa kembali klub ini ke persaingan Liga Primer.

“Paul sudah bersama kami selama 12 bulan dan apa yang dia dapatkan dalam pertengahan kedua musim lalu menjadikan kami memiliki prestasi yang mengesankan. Untuk itu, atas usaha dan komitmennya, klub memberikan rasa terima kasih atas karyanya, dengan Nigel dan Karl.”

Sebelum bersama dengan Swansea City, Paul Clement sudah berupaya dengan bekerja menjadi asisten pelatih Carlo Ancelotti di Chelsea, Paris Saint-Germain hingga Real Madrid, dan juga sukses memperkuat Derby County menjadi juara di divisi Championship.