Toure: Kami Belum Menyerah Kejar Gelar

Yaya Toure menyatakan belum akan mengejar Chelsea dalam perburuan gelar juara Premier League. Walaupun berat, gelandang Manchester City sama sekali belum berpikir untuk menyerah.

City memang menunjukkan yang kurang konsisten bersama Josep Guardiola musim ini. The Citizens mampu memperbaiki penampilan dalam dua pertandingan terakhirnya, menang atas Crystal Palace 3 – 0 di ajang Piala FA kemudian melibas West Ham United 4 – 0.

Hasil-hasil positif itu pun membuat semangat para pemain City kembali timbul. Mereka pun bertekad untuk mendekati Chelsea yang saat ini ada di puncak papan klasemen liga dengan perolehan 56 poin. Untuk sementara, The Citizens masih tertinggal 10 poin.

“Kalau kalian menanyakan kans juara kami kepada saya, saya sama sekali tidak punya kenginan untuk menyerah. Namun, sepakbola bukan soal di luar lapangan namun apa yang terjadi di atas lapangan. Kami harus menunjukkan performa terbaik,” kata Toure seperti yang dilansir dalam Soccerway.

“Memang memang tidak akan mudah untuk kami. Chelsea hanya memainkan satu pertandingan tiap pekan sedangkan kami harus tampil dalam banyak ajang, memang jadi lebih berat untuk kami. Saat melihat penampilan Chelsea saat melawan Liverpool, semakin terlihat berat tapi kami tidak akan menyerah karena itu.”

“Yang penting adalah, kami hanya perlu menjalankan tuga kamis masing-masing, menjalani pertandingan, dan menunjukkan performa yang seharusnya kami tunjukkan,” imbuh dia.

Dalam pertandingan selanjutnya, City akan berhadapan dengan Swansea City. Berkaca kemenangan The Swans atas Liverpool, City wajib tidak boleh lengah.

Terry Kirim Ucapan Perpisahan Kepada Frank Lampard

Kapten Chelsea, John Terry, memberikan komentar usai Frank Lampard memutuskan pensiun sebagai pemain sepakbola. Terry menilai jika Lampard adalah pemain terhebat di sepanjang sejarah Chelsea.

Lampard mengumumkan gantung sepatu, pada hari Kamis 2 Februari 2017 malam WIB. Dia memutuskan pensiun di usia 38 tahun, setelah sebelumnya menyelesaikan kontraknya bersama New York City.

Untuk Chelsea sendiri, Lampard merupakan salah satu pemain legenda. Dia menghabiskan waktu selama 13 musim bersama klub yang identik dengan warna biru tersebut.

Dalam kurun waktu 13 tahun tersebut, Lampard berhasil mengantarkan timnya meraih 14 gelar juara, termasuk raihan trofi Liga Champions di musim 2011/2012. Sementara bersama tim nasional Inggris, Lampard sudah membukukan 106 penampilan dan menyumbangkan 29 gol.

Terry merupakan salah satu pemain yang yang lama bermain bersama Lampard di Chelsea. Oleh karena itu, wajar kalau bek berusia 36 tahun itu juga merasa kehilangan. Melalui akun Instagram pribadinya, @johnterry.26, dia mengeluarkan salam perpisahan kepada Lampard.

“Frank Lampard sudah mengumumkan keputusan pensiun dari dunia sepakbola. Dia adalah satu pemain paling hebat di sejarah klub kami yang luar biasa, Chelsea,” tulis Terry.

“Tentu saja sangat menyenangkan bisa bermain denganmu kawan dan melihat sendiri dedikasi dan kerja keras yang sudah kamu berikan kepada klub di dalam maupun di luar lapangan, pelatih terbaik di setiap hari, memberikan aku inspirasi dan semua orang di klub.”

“Aku merindukan saat-saat berada di ruang ganti bersamamu merindukamu mengambil keranjang bola setelah latihan saat semua orang masuk ke lapangan. Kamu terus mengasah penyelesaian akhirmu, 20 gol setiap tahun tidak cukup untukmu, setiap tahun kamu ingin 25, 30 gol. Aku menyukai itu tentangmu. Aku akan merindukanmu,” imbuhnya.

Rakitic: Messi Pemain Terbaik Dunia Sepanjang Masa, Bukan Hanya Saat Ini

Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic sepertinya tidak pernah bisa berhenti memberikan pujian untuk kepada rekan setimnya, Lionel Messi. Kali ini pujian dia lempar setelah timnya meraih kemenangan atas Atletico Madrid.

Messi kembali tampil gemilang saat Barcelona mengalahkan Atletico Madrid di putaran pertama babak semi final Copa del Rey di Vicente Calderon, Kamis 2 Februari 2017 dini hari tadi. Bukan hanya tampil gemilang, Messi juga membuat satu gol cantik melalui sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti.

Setelah pertandingan tersebut, Rakitic pun tidak bisa menahan untuk memberi pujian kepada pemain berjuluk La Pulga. “Messi bukanlah pemain terbaik dunia saat ini, tapi dia adalah pemain terbaik dunia sepanjang masa,” puji Rakitic.

Dalam kesempatan yang sama Rakitic juga menyinggung tentang masa depannya bersama Los Cules yang dalam beberapa waktu belakangan ini banyak menjadi bahan spekulasi.

“Saya benar-benar bahagia bisa berada di Barcelona dan benar-benar tertarik untuk selamanya bermain bersama dengan klub ini,” tandasnya.

Selain gol Messi yang adalah pencetak gol kedua Barcelona dalam pertandingan itu, Barcelona unggul lebih dahulu lewat gol Luis Suarez. Sementara Atletico Madrid hanya mampu memperkecil kedudukan melalui gol semata wayang Antoine Griezmann.

Kemenangan di kandang Atletico Madrid ini membuat Barca berhasil menjejakkan satu kakinya di babak final Copa Del Rey 2016/2017. Di partai putaran kedua mendatang, Messi dan kawan-kawan hanya cukup meraih hasil imbang untuk bisa benar-benar lolos ke final.

Salah Satu Penalti Terberat Sepanjang Karier Totti

Penalti dari Francesco Totti saat injury time memastikan kelolosan AS Roma ke semi final Coppa Italia. Totti mengaku jika itu merupakan salah satu eksekusi penalti terberat dalam kariernya.

AS Roma sukses melangkah ke semifinal Coppa Italia berkat kemenangan 2 – 1 atas Cesena di babak perempatfinal yang diselenggarakan di Stadion Olimpico, Kamis 2 Februari 2017 dinihari WIB.

Kemenangan tersebut diraih oleh I Giallorossi dengan susah payah. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Edin Dzeko pada menit ke-68, I Lupi kemudian kebobolan lima menit kemudian.

Upaya Roma untuk mencari gol kemenangan baru membuahkan hasil pada menit ke-95. Roma mendapat penalti setelah Kevin Strootman ditekel oleh Federico Agliardi. Totti yang ditunjuk sebagai eksekutor, berhasil menjalankan tugasnya untuk menyudahi pertandingan.

Totti mengaku jika dia merasakan tekanan yang besar sebelum menendang penalti. Kapten AS Roma tersebut merasakan tekanan besar dalam dirinya untuk menghindarkan timnya dari babak perpanjangan waktu, apalagi kekalahan.

“Ya, saya merasakan tekanan yang amat besar. Ini menjadi salah satu penalti yang memberi tekanan paling besar dalam karier saya. Tentu saja saya ingin agar saya akan berhasil, saya punya tanggung jawab besar,” ujar Totti seperti dilansir dari situs resmi AS Roma.

Derby della Capitale selanjutnya akan hadir di babak semifinal. AS Roma akan berhadapan dengan tim rival sekota mereka, Lazio, yang sudah lebih dulu memastikan kelolosannya usai menyingkirkan Inter Milan.

Kekalahan Dari Lazio Tak Akan Rusak Mental Inter

Laju oke Inter Milan akhirnya dipatahkan oleh Lazio. Atas situasi tersebut, sang kapten Mauro Icardi yakin jika hasil tersebut tidak akan berpengaruh dengan konfisi mental para pemain, terutama jelang laga penting kontra Juventus.

Inter Milan sedang berada dalam tren positif menyusul sembilan kemenangan beruntun di seluruh ajang kompetitif, termasuk delapan laga berturut-turut di Serie A yang membuat mereka naik ke posisi keempat klasemen dan tertinggal tiga poin dari Napoli di posisi ketiga.

Performa cemerlang itu menjadi modal bagi untuk Inter melaju lebih jauh di Coppa Italia di mana mereka sudah lolos ke babak perempatfinal. Sayangnya harapan Inter lolos ke semifinal hancur di tangan Lazio, Rabu 1 Februari 2017 dinihari WIB tadi.

Menjamu lawannya di Giusepe Meazza, Inter dipermalukan dengan skor tipis 1 – 2 setelah bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua. Tertutup sudah peluang Inter memenangkan trofi Coppa Italia musim ini.

Memang masih ada Serie A yang menyisakan 16 pertandingan lagi, namun dengan Juventus yang begitu sulit diadang maka Scudetto terbilang sangat jauh dari mereka.

Ada kekhawatiran juga kalau kekalahan dari Lazio tadi akan berpengaruh dengan kondisi mental dari para penggawa Nerazzurri. Apalagi mereka akan berhadapan dengan Juventus dalam Derby D’Italia pada akhir pekan ini.

“Kami sebenarnya sudah menguasai pertandingan sejak awal, tapi kadang Anda bisa kehilangan konsentrasi lalu kemuduan langsung kebobolan. Itulah yang terjadi di pertandingan tadi,” ungkap Icardi dalam Soccerway.

Inzaghi Puji Penampilan Impresif Lazio

Simone Inzaghi menerima pujian atas performa Lazio setelah berhasil mengalahkan Inter Milan di ajang Coppa Italia. Inzaghi merasa sangat puas karena timnya bermain istimewa hingga bisa mempermalukan Inter Milan yang sedang bagus-bagusnya.

Lazio meraih kemenangan dengan skor 2 – 1 atas Inter Milan dalam laga babak perempatfinal Coppa Italia di Giuseppe Meazza, Rabu 1 Februari 2017 dinihari WIB. Kemenangan tersebut mengantar Biancoceleste ke babak semifinal.

Hasil itu sekaligus memutus catatan gemilang La Beneamata. Sebelum laga kontra Lazio, anak-anak asuhan Stefano Pioli tersebut sedang melaju kencang dengan meraih sembilan kemenangan secara beruntun di seluruh ajang kompetitif.

Maka dari itu, Inzaghi pun merasa sangat puas dengan permainan yang diperlihatkan oleh Lazio. Dia hanya menyesalkan timnya tidak memastikan kemenangan dengan lebih cepat.

“Satu-satunya yang saya sesalkan dalam pertandingan tadi adalah kami bisa saja unggul empat sampai lima gol setelah 70 menit. Kami tidak bisa memaksimalkan beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol,” ungkap Inzaghi.

Derby della Capitale berpotensi akan hadir dalam babak semifinal. Lazio akan berhadapan dengan pemenang dari laga perempatfinal antara AS Roma dan Cesena yang baru akan bertanding Kamis, 2 Februari 2017 dinihari WIB.

“Semifinal? Kami masih punya waktu untuk memikirkannya. Jika itu AS Roma, maka kita semua tahu apa artinya, derby akan sangat menyenangkan untuk suporter kami,” katanya.