Bacca Dilirik Klub-Klub China, Namun Masih Betah Milan

Penyerang AC Milan, Carlos Bacca dikabarkan menjadi incaran dari beberapa klub China Super League pada bursa transfer Januari ini. Namun, striker tim nasional Kolombia itu menyatakan jika dia masih ingin bertahan di AC Milan.

Menurut kabar dari Tuttosport, klub-klub seperti Tianjin Quanjian, Guangzhou Evergrande, dan Shanghai Shenhua sedang berusaha untuk merekrut Bacca. Klub-klub itu kabarnya bersedia mengeluarkan dana sebesar 30 juta euro untuk mendapatkan Bacca.

Agen Bacca, Sergio Barila, mengatakan jika kliennya memang sedang dilirik oleh klub-klub di China Super League. Akan tetapi, Barila juga mengatakan jika Bacca masih nyaman bermain bersama dengan Rossonerri.

“Beberapa tim China berminat untuk merekrut Carlos, dan beberapa diantara mereka sudah mengirimkan proposal kepada kami,” ucap Barila kepada calciomercato.it.

“Namun, dia bilang kepada saya jika dia masih betah di Milan dan ingin bertahan. Dia bermain bersama AC Milan untuk jadi juara dan dia ingin memenangkan lebih banyak trofi setelah Supercoppa,” imbuh Barila.

Bacca pertama kali mendarat di AC Milan usai direkrut dari Sevilla pada musim panas 2015 silam. Dia sampai saat ini telah menyumbangkan 26 gol dalam 58 penampilan bersama Rossoneri.

De Gea Tak Ingin Menangkan Lagi Trofi Pemain Terbaik MU Lagi

David de Gea dinobatkan sebagai pemain terbaik Manchester United dalam beberapa musim terakhir. Pada akhir musim nanti, De Gea tidak ingin mendapatkan kembali predikat tersebut. Apa alasannya?

Untuk ketiga kalinya secara beruntun, penjaga gawang asal Spanyol tersebut meraih penghargaan berupa patung Sir Matt Busby setelah dinobatkan menjadi pemain terbaik MU pada musim 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016. Catatan tersebut sejajar dengan mantan bintang MU Cristiano Ronaldo.

Dalam kurun waktu tersebut pula MU kesulitan dengan hanya sekali finis di empat besar pada dua musim lalu. Dalam periode tersebut, De Gea memang tampil sebagai pemain MU paling vital karena penyelamatan-penyelamatan penting yang dibuatnya.

Namun kali ini, MU sudah banyak berubah karena adanya Zlatan Ibrahimovic, Henrikh Mkhitaryan, dan Paul Pogba. Ketiga pemain tersebut mampu tampil impresif walaupun De Gea juga mampu mempertahankan performa apik, salah satunya adalah dalam laga West Ham di mana dia membuat dua penyelamatan penting.

De Gea tidak ingin lagi memenangkan trofi tersebut pada akhir musim nanti. Menurut De Gea, trofi yang diterimanya tersebut justru menandakan MU mengalami kesulitan.

“Aku lebih memilih seorang penyerang atau pemain depan lain yang memenangkannya. Jika penyerang yang menerimanya, itu berarti tim sebagai keseluruhan bermain bagus dan mencetak banyak gol, karena hal itu lebih baik untuk tim,” ungkap De Gea.

Selama berseragam The Red Devils, De Gea sudah berhasil memeanngkan medali juara Premier League dan Piala FA. Rasa lapar akan gelar juara masih terus dirasakan oleh De Gea.

Conte Tak Pernah Anggap Premier League Mudah

Penampilan Chelsea bersama Antonio Conte memang sedang di atas angin. Namun itu bukan berarti Premier League dianggap mudah bagi manajer berkebangsaan Italia itu.

Conte baru musim ini merasakan pengalaman menjadi manajer di luar Italia usai direkrut oleh Chelsea. Premier League sendiri memang bukan kompetisi yang ramah untuk pendatang baru dan sudah banyak mereka-mereka yang coba-coba namun akhirnya gagal, baik pemain atau manajer.

Menangani klub sebesar Chelsea yang didukung finansial kuat memang membuat kerja Conte semakin mudah karena bisa merekrut pemain manapun yang dia inginkan. Walaupun demikian, awal kerja Conte tidaklah mulus karena kritik diterimanya.

Tiga pertandingan tanpa kemenangan sejak pekan keempat hingga keenam, dua kalah dan satu seri, membuat performa Conte dipertanyakan. Namun, perubahan formasi jadi 3-4-3 kemudian melambungkan Conte dan Chelsea kini memimpin klasemen sementara.

Terlihat Conte sepertinya tidak begitu kesulitan dengan proses penyesuaian diri dan berbeda halnya dengan rivalnya seperti Josep Guardiola, yang seperti belum menemukan formasi squad terbaiknya di Manchester City saat ini.

Apalagi Guardiola beberapa waktu lalu sempat kesal dengan beberapa peraturan di Inggris yang dinilai merugikan timnya seperti ketika gol pemain Burnley, Ben Mee, ke gawang City kemarin. Padahal dalam proses gol tersebut, kiper Claudio Bravo dilanggar oleh pemain Burnley lainnya Sam Vokes.

“Di sini dan seluruh dunia, ada beberapa peraturan yang mungkin saja berbeda di setiap negara, jadi saya harus beradaptasi dengan itu dan saya harus mengerti bahwa ada beberapa aturan khusus di Inggris,” ujar Conte seperti yang dilansir dari Soccerway.