Cristiano Ronaldo jadi sasaran kritik terkait dengan tersingkirnya Juventus dari ajang Liga Champions Eropa, namun tidak sedikit juga yang kemudian membela pemain Portugal tersebut, tak terkecuali rekan senegaranya, Bruno Fernandes.

Sebagaimana diketahui, Juventus sendiri tersisih dari ajang Liga Champions Eropa usai kalah dari FC Porto. Sebenarnya, duel leg kedua berakhir dengan skor 3-2 kemenangan Bianconneri, dimana secara agregat menjadi sama kuat 4-4.

Namun, FC Porto yang mencetak lebih banyak gol dalam laga tandang dibandingkan Juventus, lebih berhak melaju ke babak perempat final.

Menariknya, Cristiano Ronaldo yang sangat diharapkan tampil cemerlang dalam dua leg melawan FC Porto malah tidak sekalipun berhasil mencetak gol. Sosok berusia 36 tahun itu hanya mampu menciptakan satu assist untuk gol Federico Chiesa di leg kedua.

Namun yang lebih disoroti dari Cristiano Ronaldo adalah saat dia menjadi pagar betis dalam momen tendangan bebas tim lawan di leg kedua tengah pekan kemarin.

Karena sikapnya pada momen tersebut, sang mega bintang jadi sasaran kritik, bahkan salah seorang mantan pelatih Juventus Fabio Capello menganggap Ronaldo sebagai biang kerok tersingkirnya Bianconneri.

Meski demikian, tidak sedikit juga yang membela Cristiano Ronaldo, tentu saja tidak hanya pelatih Andrea Pirlo, melainkan juga rekan senegaranya, Bruno Fernandes yang bermain untuk Manchester United.

Menurut sang gelandang, Cristiano Ronaldo memang pemain terbaik dunia, namun bukan berarti dia bisa memenangkan pertandingan seorang diri.

“Ronaldo? Cristiano Ronaldo adalah salah satu yang terhebat dalam sejarah sepak bola. Mentalitas Ronaldo menginspirasi mereka yang berlatih pada olahraga ini,”

“Ronaldo sudah meraih banyak kemenangan, tapi tidak ada yang bisa menang sendirian,” kata Fernandes dikutip dari Gazetta dello Sport.

Nomor Punggung Unik Pemain Sepak Bola – Lebih lanjut, Bruno Fernandes sadar bahwa sebenarnya kehadiran Cristiano Ronaldo diharapkan mampu membawa Juventus menyudahi paceklik gelar Liga Champions Eropa, namun menyalahkan satu orang saja dalam sebuah kegagalan rasanya tidak adil.

“Saya memahami bahwa kehadiran Ronaldo di Juventus telah menciptakan ekspektasi yang sangat besar untuk Liga Champions, tetapi ketika sebuah tim kalah, mereka kalah sebagai satu tim secara keseluruhan, bukan satu pemain,” kata Fernandes.